Apa Itu Raid ?

RAID (Redundancy Array of Independent Disk) merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas.
  • Kerja paralel menghasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat.
  • Teknologi database sangat penting dalam model disk ini karena pengontrol disk harus mendistribusikan data pada sejumlah disk dan juga membacaan kembali
RAID merupakan salah satu jawaban masalah kesenjangan kecepatan disk memori dengan CPU
Karakteristik umum disk RAID
  1. RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal disk.
  2. Data didistribusikan ke drive fisik array.
  3. Kapasitas redudant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas,yang menjamin recoveribility data ketika terjadi masalah atau kegagalan disk
RAID merupakan salah satu jawaban masalah kesenjangan kecepatan disk memori dengan CPU dengan cara menggantikan disk berkapasitas besar dengan sejumlah disk–disk berkapasitas kecil dan mendistribusikan data pada disk–disk tersebut sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dibaca kembali
Raid memiliki beberapa tingkatan,berikut merupakan tingkatan dalam RAID :

RAID tingkat 0

  • Sebenarnya bukan RAID karena tidak menggunakan redundansi dalam meningkatkan kinerjanya.
  • Data didistribusikan pada seluruh disk secara array merupakan keuntungan daripada menggunakan satu disk berkapasitas besar.
  • RAID – 0 menjadi model data strip pada disk dengan suatu management tertentu hingga data sistem data dianggap tersimpan pada suatu disk logik.
  • Mekanisme tranfer data dalam satu sektor sekaligus sehingga hanya baik untuk menangani tranfer data besar

RAID tingkat 1

  • Redundansi diperoleh dengan cara menduplikasi seluruh data pada disk mirror-nya.
  • Seperti RAID – 0, RAID – 1 juga menggunakan teknologi stripping
  • Perbedaan adalah dalam tingkat 1 setiap strip logik dipetakkan ke dua disk yang secara logika terpisah sehingga setiap disk pada array akan memiliki mirror disk yang berisi data sama.
  • RAID – 1 Mahal.
  • RAID – 1 peningkatan kinerja sekitar dua kali lipat dibandingkan RAID – 0 pada operasi baca,namun untuk operasi tulis tidak secara signifikan terjadi peningkatan.
  • Cocok digunakan untuk menangani data yang sering mengalami kegagalan dalam proses pembacaan.
  • RAID – 1 masih bekerja berdasarkan sektor – sektornya
Keuntungan RAID – 1 :
  1. Permintaan pembacaan dapat dilayani oleh salah satu disk karena terdapat dua disk berisi data sama, tergantung waktu akses yang tercepat.
  2. Permintaan penyimpanan atau penulisan dilakukan pada 2 disk secara paralel.
  3. Terdapat back-up data, yaitu dalam disk mirror-nya. 

RAID tingkat 2

  • RAID – 2 mengganakan teknik akses paralel untuk semua disk
  • Seluruh disk berpartisipasi dan mengeksekusi setiap permintaan sehingga terdapat mekanisme sinkronisasi perputaran disk dan headnya
  • Teknologi stripping digunakan dalam tingkat ini, hanya stripnya berukuran kecil, sering kali dalam ukuran word atau byte
  • Koreksi kesalahan menggunakan sistem bit paritas dengan kode Hamming

RAID tingkat 3

  • Diorganisasikan mirip dengan RAID – 2
  • Perbedaannya pada RAID – 3 hanya membutuhkan disk redudant tunggal, tidak tergantung jumlah array disknya
  • Bit paritas dikomputasikan untuk setiap data word dan ditulis pada disk paritas khusus
  • Saat terjadi kegagalan drive, data disusun kembali dari sisa data yang masih baik dan dari informasi paritasnya
  • Menggunakan akses paralel dengan data didistribusikan dalam bentuk strip – strip kecil
  • Kinerjanya menghasilkan transfer berkecepatan tinggi, namun hanya dapat mengeksekusi sebuah permintaan I/O saja sehingga kalau digunakan pada lingkungan transaksi data tinggi terjadi penurunan kinerja

RAID tingkat 4

  • Menggunakan teknik akses yang independen untuk setiap disknya sehingga permintaan baca atau tulis dilayani secara paralel
  • RAID ini cocok untuk menangani sistem dengan kelajuan tranfer data yang tinggi
  • Tidak memerlukan sinkronisasi disk karena setiap disknya beroperasi secara independen.
  • Stripping data dalam ukuran yang besar.
  • Strip paritas bit per bit dihitung ke seluruh strip yang berkaitan pada setiap disk data
  • Paritas disimpan pada disk paritas khusus
  • Saat operasi penulisan, array management software tidak hanya meng-update data tetapi juga paritas yang terkait
  • Keuntungannya dengan disk paritas yang khusus menjadikan keamanan data lebih terjamin, namun dengan disk paritas yang terpisah akan memperlambat kinerjanya

RAID tingkat 5

  • Mempunyai kemiripan dengan RAID – 4 dalam organisasinya
  • Perbedaannya adalah strip – strip paritas didistribusikan pada seluruh disk.
  • Untuk keamanan, strip paritas suatu disk disimpan pada disk lainnya.
  • RAID – 5 perbaikan dari RAID – 4 dalam hal peningkatan kinerjanya.
  • Disk ini biasanya digunakan dalam server jaringan

RAID tingkat 6

  • Merupakan teknologi RAID terbaru.
  • Menggunakan metode penghitungan dua paritas untuk alasan keakuratan dan antisipasi terhadap koreksi kesalahan.
  • Seperti halnya RAID – 5, paritas tersimpan pada disk lainnya.
  • Memiliki kecepatan transfer yang tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *